Aku memang tak pernah tau betapa hidup kita dulu menginjak setiap langkahmu hingga kau putuskan untuk kembali melangkah seorang diri. Aku memang tak pernah tau seberapa menawannya luka yang kugores pada ingatanmu hingga kau tega mengukur jarak.
Sama
seperti kau yang tak kan pernah tau betapa sunyi senandung senja
menjadikanmu hanya sebatas pijakan yang pada detik berikutnya akupun
harus melangkah, tapi senandungmu malah menjadi lengan lengan sajak pada
cerita yang kuingat begitu indah. meski menyisakan luka.
Kau yang selalu memburu logika, dan aku yang selalu saja merasa.
Maka
di sinilah aku sekarang melihat air mataku sendiri yang menghujan,
berharap kau yang saat ini berpaling juga berusaha menekan air matamu,
hanya berharap. Namun yang kulihat hanya tanganmu menggenggam kenangan
yang kuingat sedetik lalu telah kau buang lukisnya, kau lempar di
kejauhan. Sebelum aku tahu yang kau genggam hanya bayangnya, kau jadikan
pengingat bahwa itu telah terjadi, dan percuma kembali.
Maka
di sinilah kita sekarang, bersandar di kejauhan menunggu salah satu
dari kita benar benar menghilang. ya, aku tau sepahit apapun cerita
kita, kau tetap ingin menguntai akhir bahagia. Hanya ego yang membuatnya
serumit ini.
Yang aku tahu,
sekarang, aku tak bisa bebas mendekap harap itu lagi. Aku hanya bisa
menyisir jiwamu namun mengharap rindu seolah kian percuma. karena yang
dirindu tak sepatut sujud kala beradu. Yang aku tahu, teduhnya hujan
membawa irismu pergi pada perenungan, tapi tak menjinjing airnya pada
gelap malam. mungkin hanya sebatas sayatan rerintiknya.
Terima kasih,
atas tahun-tahun penuh harapan. Tahun-tahun penuh pelajaran tentang
seberapa egois ego itu sendiri, dan tentang seberapa rasa yang harus
kuolah menjadi logika atau tentang membanding sebongkah batu dalam air
agar tak selamanya pecah, agar tetap menjadi batu lalu perlahan melayang
menuju dasar di kedalaman dengan tetap mempertahankan sisi ego namun
tak membuat pecah pengharapan.
Untukmu, yang sudah sejauh ini menggandeng tanganku tanpa kutahu tengah terluka, maaf dan terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.