Imam Al Baghdadi dalam kitab hadits Tarikh Baghdad meriwayatkan dari Imam Malik, Perawi Abu Nuaim meriwayatkan dari Sahabat Ali Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ قَالَ لَا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَ لَهُ أَمَانًا مِنَ الْفَقْرِ، وَيُؤْمَنُ مِنْ وَحْشَةِ الْقَبْرِ، وَاسْتُجْلِبَ بِهِ الْغِنَى، وَاسْتُقْرِعَ بِهِ بَابُ الْجَنَّةِ
Mufti Jakarta Habib Utsman bin Yahya menjelaskan,
“La ilaha illallah. al-malikul haqqul mubin. Muhammadur Rasulullah Ash-shadiqul Wa‘dil Amin” merupakan kalimat yang tertera di pintu Ka‘bah. Siapa yang membacanya, akan mendapat pahala yang agung di sisi Allah”
Imam Abu Bakar bin Sayid M Syatho Dimyathi dalam kitab Hasyiyah I‘anatut Thalibin ala Fathil Mu‘in juga menerangkan,
وردت عن النبي صلى الله عليه وسلم في أحاديث صحيحة كثيرة، أمر بها بعض أصحابه لتوسعة الرزق، وقال بعض العارفين: وهي مجربة لبسط الرزق الظاهر والباطن، وهي هذه: لا إله إلا الله الملك الحق المبين، كل يوم مئة مرة
Banyak Syaikh melazimkan dzikir ini saat di antara shalat sunnah Subuh dan shalat Subuh. Jika kesempatan itu tak memungkinkan, maka mereka akan membacanya setelah shalat Subuh hingga sebelum fajar menyingsing.
Jika di waktu itu luput juga, maka bacalah setelah matahari gelincir (penanda Zhuhur). Intinya, kalau bisa jangan sampai setiap orang menjalani hari-harinya tanpa bacaan ini.
Rezeki yang dimaksud dalam hadits diatas mencakup rezeki lahir maupun batin. Artinya, tak ada salahnya jika dzikir yang agung ini diamalkan oleh umat Islam. Yang jelas, amalan ini menambah pahala yang bersangkutan.
Wallahu A'lam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.